Beli 10 Buku Sastra Klasik Karya Kafka, Tolstoy, dan Camus di IRCiSoD Tokopedia.*

Beli buku sastra klasik secara online untuk dibaca di tahun ini menjadi satu dari sekian resolusi yang saya wujudkan. Mencoba bacaan baru karena jenuh dengan fiksi kontemporer membuat saya penasaran akan karya-karya Franz Kafka, Leo Tolstoy dan Albert Camus sehingga membawa saya ke IRCiSoD, satu toko buku online di Tokopedia.

Hai, saya Hendy Jobers, seorang writer-enthusiast. Saya benar-benar penasaran akan kenikmatan menyesap kopi di sela-sela waktu jeda aktivitas sambil menyelami kegelisahan Franz Kafka, kedalaman moralitas Leo Tolstoy, hingga pemberontakan terhadap absurditas hidup ala Albert Camus.

Melalui artikel ini, saya hendak menceritakan perjalanan membaca karya-karya klasik dari ketiga tokoh di atas; dari ulasan dan experience saya berbelanja buku online di salah satu toko buku khusus buku filsafat dan sastra klasik yang berbasis di Yogyakarta, IRCiSoD di Tokopedia.

Baca Juga:   7 Rekomendasi Buku Filsafat Populer yang Komunikatif untuk Pembaca Pemula.

Sebagai penafian, artikel ini seutuhnya saya tulis murni hanya menceritakan pengalaman saja, tanpa ada hubungan apapun.

Lantas…

Mengapa Membaca Sastra Klasik?

Jadi, saat ini saya sedang menulis trilogi novel bertajuk:

  1. Perkontolan Duniawi
  2. Keterpukimakan Hidup yang Semenganjingan ini
  3. Babi yang Menggonggong

Ketiga naskah tersebut berdenyut dengan tema eksistensialisme, nihilisme, dan absurdisme. Untuk mempertajam persepsi dan menemukan perspektif yang jujur dalam menulis, saya merasa perlu kembali ke akar.

Bagi saya, sastra klasik adalah kompas untuk memahami kondisi manusia. Meski gaya bahasanya seringkali menantang, komitmen saya bulat: saya harus membacanya demi memperkaya "ruh" dalam tulisan-tulisan saya sendiri.

Haul 10 Buku yang Saya Beli di Tokopedia IRCiSoD Yogyakarta.

Membeli borongan atau secara bundling merupakan tolok ukur saya ketika belanja buku online. Di IRCiSoD, saya mendapatkan empat bundling buku, totalnya jadi 10 buku. Daftar ini bukan sekadar pajangan, melainkan peta perjalanan intelektual yang akan saya bedah satu per satu:

Judul Buku Karya Franz Kafka

  • Metamorfosis – Sebuah alegori luar biasa tentang keterasingan dan bagaimana dunia melihat seseorang yang tak lagi "berguna".
  • Sialnya Orang Lajang – Kumpulan prosa pendek yang memotret sisi melankolis, ironi, dan tentu saja, kegelisahan khas Kafka dalam memandang hidup sendirian.

Judul Buku Karya Albert Camus.

  • The Plague (Wabah) – Sebuah potret kemanusiaan, solidaritas, dan keteguhan di tengah keputusasaan saat wabah mengisolasi sebuah kota.
  • The Fall (Jatuh) – Monolog mendalam yang akan menyeret kita pada refleksi tentang dosa, penghakiman diri, dan kemunafikan manusia modern.
  • The Myth of Sisyphus (Mitos Sisifus) – Esai filosofis yang menjadi pondasi pemikiran saya tentang cara mencintai hidup meskipun hidup itu sendiri tampak absurd.
  • A Happy Death (Mati Bahagia) – Karya awal Camus yang memberikan perspektif berbeda tentang pencarian kebahagiaan dan kesadaran akan maut.
  • The Stranger (Orang Asing) – Melalui tokoh Meursault, kita diajak melihat kejujuran yang dingin di tengah masyarakat yang penuh dengan kepura-puraan.

Judul Buku Karya Leo Tolstoy.

  • Masa Kecil (Childhood) – Awal dari trilogi otobiografis Tolstoy yang menangkap kemurnian emosi dan detail kehidupan awal yang membentuk kepribadiannya.
  • Masa Remaja (Boyhood) – Transisi menuju pencarian identitas yang penuh gejolak, sebuah fase yang sangat relevan bagi siapa pun yang pernah merasa "asing" di dunia.
  • Masa Muda (Youth) – Puncak dari refleksi Tolstoy tentang idealisme, ambisi, dan benturan antara harapan dengan realitas dunia dewasa.

Membaca trilogi Tolstoy secara berurutan, lalu membenturkannya dengan absurdisme Camus, bagi saya adalah cara terbaik untuk membedah karakter dan tokoh dalam novel yang sedang saya tulis saat ini.

Pengalaman Belanja Buku di Tokopedia: IRCiSoD Yogyakarta

Sebagai pekerja di perkebunan kelapa sawit di pedalaman Kalimantan Barat, membuat saya jadi sangat selektif soal merchant. Saya tidak sudi membeli buku bajakan, tapi maunya harga murah, dan harus dapat banyak biar hemat ongkir.

Belanja di IRCiSoD Official Store di Tokopedia terasa sangat menguntungkan bagi saya karena bisa mendapatkan apa yang saya mau: buku murah, original, dan ada potongan harga.

Membeli 10 buku sekaligus tentu membutuhkan pertimbangan matang, bukan cuma soal budget, tapi juga soal kenyamanan saat membacanya nanti. Setelah paket dari IRCiSoD Yogyakarta ini sampai di tangan, ada beberapa alasan mengapa saya merasa pilihan ini sangat tepat:

  • Desain Minimalis & Build Quality: Saya sangat suka dengan desain sampulnya yang minimalis sangat estetik untuk diletakkan di meja dan dipamerkan ke Instagram.
  • Value for Money (Hemat tanpa Murahan) poin krusial bagi saya sebagai writer-enthusiast. Dengan harga yang relatif terjangkau, saya bisa mendapatkan 10 judul besar tanpa harus menguras tabungan.

Membelinya secara borongan di Tokopedia juga memberikan keuntungan lebih, mulai dari kemudahan klaim voucher Free Ongkir hingga Cashback yang lumayan untuk ditabung demi pembelian buku berikutnya.

Penutup: Memulai Perjalanan Literasi yang Baru

Investasi melalui buku-buku sastra klasik tidak pernah menjadi keputusan yang sia-sia. 

Bagi saya, 10 buku ini adalah bekal untuk mempertajam setiap kalimat dalam trilogi novel yang sedang saya kerjakan. Sastra klasik tidak seharusnya eksklusif dan menakutkan; karena menjadi cermin bagi kondisi kehidupan bahkan betapapun "ganjilnya" hidup yang saya jalani.

Artikel ini barulah pembuka. Ke depannya, saya akan membedah setiap buku di atas dalam artikel ulasan tersendiri. Jadi,  tolong temani perjalanan saya menyelami pemikiran para penulis sastra klasik, ya.

Lantas, bagaimana dengan kamu? Dari 10 judul di atas, mana yang menurutmu paling menarik untuk dibahas? … atau kamu punya pengalaman unik saat berbelanja buku di IRCiSoD?

Yuk, kita diskusi di kolom komentar!

Hendy Jobers

Penulis dan Blogger yang fokus pada Industri Kepenulisan 4.0, Literasi Digital, dan Siber Sastra.

Posting Komentar

Mari gunakan kolom komenar di kepenulisan.com untuk diskusi interaktif. Mohon untuk jangan gunakan bahasa yang frontal, vulgar dan kasar.

Lebih baru Lebih lama