Menulis dialog novel menjadi salah satu bagian yang paling menyulitkan, terutama bagi penulis pemula dan author Wattpad. Banyak penulis, menulis dialog secara spontan, tanpa memahami fungsi dialog dan perannya dalam membangun cerita.
Sekilas, dialog memang terlihat seperti percakapan biasa. Namun dalam novel, dialog bukan sekadar paragraf yang menjelaskan orang saling bicara. Dialog yang baik harus menghidupkan cerita, memperdalam karakter, serta menjaga alur tetap bergerak.
Sebaliknya, dialog yang kaku dan tidak natural justru bisa memutus keterlibatan pembaca; bahkan sebaiknya tidak usah ditulis.
Sebagai penulis, saya juga pernah mengalami fase kesulitan menulis dialog yang terasa hidup. Dari proses itu, saya belajar bahwa dialog tidak bisa ditulis asal-asalan karena perlu dipahami secara konseptual dan teknis.
Hai, saya Hendy Jobers. Artikel ini membahas apa itu dialog dalam novel, fungsi dan perannya, bentuk dialog, hingga cara menulis dialog yang baik dan benar, khususnya untuk novel dan cerita di Wattpad.
Jadi …
Apa Itu Dialog dalam Novel?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dialog berarti percakapan. Dalam konteks sastra, dialog adalah pertukaran ujaran antara dua tokoh atau lebih yang disajikan dalam bentuk tulisan.
Di dalam novel, dialog berfungsi sebagai jembatan antara pembaca dan tokoh. Melalui dialog, pembaca memahami karakter, emosi, konflik, dan dinamika hubungan antar tokoh.
Di lain sisi, penulis skenario asal Amerika Serikat, John Truby, dalam bukunya The Anatomy of Story: 22 Steps to Becoming a Master Storyteller (2007), mendefinisikan dialog sebagai:
“Bahasa yang selektif dan terdengar nyata.”
Artinya, dialog tidak meniru percakapan sehari-hari secara mentah, melainkan menangkap bagaimana percakapan ditulis secara alami sekaligus fungsional.
Fungsi dan Peran Dialog dalam Novel
Dari pemahaman yang saya tangkap, dialog memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menggerakkan percakapan.
Fungsi Utama Dialog
- Membentuk suara dan gaya bicara tiap tokoh
- Menunjukkan watak, sikap, dan karakteristik tokoh
- Menyampaikan emosi
- Mendukung perkembangan karakter (character development)
Dengan kata lain, dialog bukan percakapan basa-basi, tapi juga harus fungsional; karena sejatinya, dialog juga punya peran khusus di dalam cerita.
Peran Dialog dalam Cerita
Secara umum, dialog memiliki empat peran utama dalam novel maupun cerita Wattpad:
- Mengalirkan alur secara natural
- Mengungkapkan karakteristik tokoh
- Menunjang ketegangan dan konflik
- Menyampaikan informasi penting
Berikut penjelasannya.
1. Dialog Mengalirkan Alur Cerita
Dialog sering digunakan sebagai penghubung antara narasi dan eksposisi. Agar berfungsi dengan baik, dialog idealnya:
- Memberikan informasi baru kepada tokoh (bukan sekadar mengulang narasi)
- Mengubah situasi baik secara emosional, psikologis, maupun latar
- Memunculkan keinginan dan ambisi tokoh, sehingga pembaca memahami pilihan yang akan diambil
Informasi tidak perlu dijelaskan terang-terangan. Biarkan tokoh mengetahui kebenarannya, sementara pembaca menyimpulkannya secara bertahap.
2. Dialog Mengungkapkan Karakteristik Tokoh
Dalam kehidupan nyata, setiap orang berbicara dengan gaya berbeda. Hal yang sama berlaku juga dalam novel.
Dialog dapat menunjukkan:
- latar sosial
- tingkat pendidikan
- keberanian atau keraguan
- bahkan etika dan adab berbicara
Penggunaan dialek, pilihan kata, dan intonasi membantu pembaca mengenali karakter tanpa perlu penjelasan panjang.
3. Dialog Menunjang Ketegangan dan Konflik
Percakapan yang berisi perbedaan kepentingan, tekanan, atau konflik akan mendorong alur bergerak maju.
Ketegangan antar tokoh membuat dialog terasa dinamis, sekaligus memperjelas posisi dan tujuan masing-masing karakter.
4. Dialog Menyampaikan Informasi
Dialog sering digunakan untuk menyampaikan eksposisi karena terasa lebih alami dibandingkan narasi panjang. Namun, informasi sebaiknya tidak disampaikan secara gamblang.
Dialog yang baik menyelipkan informasi seperlunya, tanpa terasa seperti penjelasan untuk pembaca.
Bentuk Dialog dalam Novel
Bentuk dialog dalam novel bisa bervariasi, tetapi yang paling umum adalah dialog dengan tanda petik:
“Aku tidak tahu harus berkata apa.”
Ada juga bentuk dialog langsung seperti:
Hendro: Hai Riana, apa kabar?
Riana: Aku baik-baik saja.
Bentuk ini sering digunakan pada cerita ringan atau komedi, seperti My Stupid Boss karya Chaos@Work. Tidak ada bentuk yang salah; semua bergantung pada kebutuhan cerita.
Nah, di artikel ini saya akan berfokus pada dialog naratif yang umum digunakan dalam novel cetak dan novel digital.
Tipe Percakapan dalam Novel
Secara umum, ada tiga tipe percakapan dalam novel:
- Dialog: Percakapan antar tokoh yang diucapkan secara langsung.
- Monolog: Ucapan tokoh kepada dirinya sendiri dan diucapkan secara lisan.
- Batin: Percakapan dalam pikiran tokoh dan tidak diucapkan. Biasanya ditulis dengan huruf miring.
Menulis Dialog yang Baik dan Natural.
Dialog yang baik harus:
- terasa alami
- mengandung informasi
- dan berfungsi sesuai perannya.
Jila dialog terlalu sedikit di dalam cerita, hal ini akan membuat cerita terkesan kering. Sedangkan jika terlalu banyak dialog akan membuat novel terasa seperti naskah drama.
Kuncinya ada pada keseimbangan.
Membuat Dialog Terasa Lebih Hidup
- pertahankan suara khas tiap tokoh,
- sertakan reaksi dan aksi kecil,
- bayangkan dirimu sebagai tokoh yang sedang berbicara.
Kamu bahkan bisa merekam suara sendiri untuk mendengar apakah dialog terdengar alami atau tidak.
Line Break dalam Dialog
Line break adalah pemisahan baris atau paragraf yang digunakan untuk memberi jeda visual antara dialog dan narasi. Dalam novel, line break bukan sekadar soal estetika, tetapi bagian dari teknik bercerita untuk mengatur ritme, emosi, dan fokus pembaca.
Line break membantu dialog:
- terasa lebih hidup dan bernapas
- tidak menumpuk seperti naskah drama
- memberi ruang bagi aksi, reaksi, dan suasana
Penulis dan editor fiksi asal Amerika Serikat, Tessa Barron, dalam artikelnya The Power of the Line Break (2022), menegaskan bahwa:
“Line breaks shape how a reader experiences time, emotion, and emphasis on the page.”
Artinya, pemenggalan baris menentukan bagaimana pembaca merasakan tempo cerita dan tekanan emosional dalam dialog.
Kapan Line Break Semestinya digunakan?
Line break sebaiknya digunakan ketika:
- dialog diikuti aksi atau reaksi penting
- terjadi perubahan emosi tokoh
- ada pergeseran fokus dari ucapan ke suasana
- dialog membutuhkan penekanan dramatik
Tanpa line break, dialog cenderung terasa datar dan terburu-buru.
Contoh Dialog Tanpa Line Break
“Aku tidak menyangka kau akan melakukan ini,” kata Riana sambil meraih jaketnya dan berjalan menuju pintu dengan wajah tegang karena hatinya terasa runtuh oleh keputusan Hendro.
Secara teknis, contoh di atas benar. Namun, emosi tokoh terasa padat dan kurang memiliki ruang bernapas.
Contoh Dialog dengan Line Break
“Aku tidak menyangka kau akan melakukan ini,” kata Riana.
Ia meraih jaket dari gantungan berbentuk kepala rusa, mengenakannya dengan gerakan kaku. Tanpa menoleh lagi, ia melangkah keluar, membiarkan pintu tertutup perlahan di belakangnya.
Dengan line break, pembaca diberi waktu untuk memahami emosi Riana. Aksi menjadi penekanan, bukan sekadar pelengkap dialog. Line break juga efektif digunakan untuk menciptakan jeda dramatik dalam dialog yang tegang.
Contoh:
“Kalau begitu…” Hendro berhenti bicara. Udara di ruangan itu terasa semakin berat. “Aku tidak akan ikut campur lagi.”
Jeda antar paragraf memperkuat ketegangan dan membuat pembaca ikut menunggu kelanjutan ucapan tokoh.
Pandangan Ahli tentang Line Break
Penulis dan editor fiksi Sol Stein, dalam bukunya Stein on Writing, menyebutkan bahwa jeda dalam dialog yang berupa paragraf maupun aksi kecil sering kali berfungsi untuk menjaga ritme dan mencegah dialog terasa monoton.
Dialog yang efektif membutuhkan ruang agar pembaca dapat memproses emosi yang tersirat, bukan hanya kata-kata yang diucapkan. Agar efektif, perhatikan beberapa prinsip berikut
- Jangan memisahkan dialog tanpa tujuan naratif.
- Pastikan setiap jeda memberi makna (emosi, aksi, atau suasana).
- Gunakan seperlunya karena terlalu banyak line break bisa memecah fokus.
Line break yang tepat membuat dialog tidak hanya terdengar, tetapi juga terasa.
Penutup: Dialog dalam Novel Harus Bagaimana?
Dialog yang baik adalah dialog yang bekerja untuk cerita. Hindari mengulang informasi yang sudah dijelaskan dalam narasi. Gunakan dialog tag secara variatif dan seperlunya. Pahami fungsi dialog agar porsinya tepat.
Ingat, pembaca menilai tokoh dari cara mereka berbicara seperti halnya kita menilai orang di dunia nyata.
Jika dialog terasa hidup, berarti ceritamu sedang bernapas.
Referensi:
- Truby, John. The Anatomy of Story (2007)
- Langston, Eva (2018). 10 Dialogue Mistakes in Fiction and How to Fix Them
- Barron, Tessa (2022). The Power of the Line Break
