Ketentuan yang diterapkan di situs kepenulisan.com dalam tautan berikut: Ketentuan

Ragam Peran Tokoh untuk Novel.

Dalam sebuah novel, setiap tokoh yang hadir di dalam cerita harus memiliki perannya masing-masing. Peran tokoh merupakan bagian unsur intrinsik novel.

Ragam Peran Tokoh Dalam Novel

Kepenulisan.com - Dalam sebuah novel, seluruh tokoh yang hadir di dalam cerita harus memiliki perannya masing-masing. Ragam Peran Tokoh dalam Novel ini lah yang membuat novel menjadi lebih kompleks, berkembang, dan memiliki kesan.

Peran Tokoh dalam novel merupakan bagian dari unsur intrinsik novel, yaitu  Tokoh dan Penokohan. 

Mengapa disebut peran?

Menurut Poerwadarminta, peran adalah suatu tindakan yang dilakukan suatu individu berdasarkan peristiwa yang melatar belakanginya.

Peristiwa tersebut bisa dalam hal baik dan hal buruk sesuai dengan lingkungan yang sedang mempengaruhi dirinya untuk bertindak.

Sedangkan ...

Menurut Mifta Thoha, peran adalah serangkaian perilaku seseorang yang dilakukan berdasarkan dengan karakternya.

Kondisi itu terjadi oleh psikologi seorang individu karena melakukan tindakan yang diinginkan, yang didorong kata hatinya.

Berdasarkan pemahaman dari para ahli di atas tentang makna peran, maka dapat disimpulkan bahwa sebuah novel harus mempunyai peran-peran yang diemban setiap tokoh agar dapat mendorong perkembangan unsur-unsur novel-nya.

Baca Juga : Memahami Makna Tokoh dan Karakter Dalam Novel.

Ragam Peran Tokoh Novel.

Sebuah novel biasanya memiliki empat peran tokoh penting yang wajib ada, seperti protagonis, antagonis, tritagonis, dan figuran.

Sayangnya, masih banyak yang mengira kalau protagonis itu tokoh yang baik, dan antagonis itu merupakan tokoh yang jahat.

Konsep "bawang merah dan bawang putih" ini sudah diajarkan di bangku sekolah. Sehingga, tidak salah jika banyak orang yang menggunakan konsep pemahaman tersebut.

Akan tetapi, pemahaman konsep di atas jika dibicarakan ke ranah kepenulisan novel bisa dianggap tidak benar, sebab peran tokoh tidak hanya sekadar menjadi baik dan jahat semata. 

Mari memahami peran tokoh novel perlahan-lahan. Agar kamu bisa mendapatkan ragamnya di dalam cerita yang hendak kamu tulis.

1. Protagonis

Protagonis merupakan peran tokoh utama dalam sebuah novel. Tokoh protagonis adalah sentra-nya cerita. Pemahaman salah kaprah tentang Protagonis adalah sering dianggap sebagai tokoh yang baik, padahal; tidak!

Apapun yang terjadi di dalam cerita; protagonis tetaplah tokoh utama, tidak peduli dia jahat atau baik, protagonis akan tetap menjadi peran utama dalam sebuah novel.

Mau bagaimana pun sifat atau karakteristik protagonis yang disematkan padanya, dia tetaplah protagonis, dan dia adalah tokoh utama di dalam cerita, serta cerita yang kamu tulis adalah tentang dia sebagai protagonis.

Ambillah contoh diri kamu. Mau bagaimanapun sifat dan karakter kamu, baik atau buruknya, kamu tetaplah tokoh utama dari cerita kehidupanmu sendiri.

2. Antagonis

Antagonis merupakan peran tokoh yang berlawanan dengan protagonis. Hadirnya antagonis harus mampu memberikan pengembangan untuk cerita dan membuat protagonis memiliki pergerakan.

Antagonis kerap ditangkap sebagai sosok tokoh yang memiliki peran jahat karena menjadi lawan dari tokoh utama; padahal tidak! Antagonis dan Protagonis sebaiknya sama-sama memiliki emosional selayaknya manusia biasa, memiliki empati, dan sisi kontradiktif.

Antagonis harus berperan sebagai tokoh yang membuat protagonis mendapatkan peran pentingnya sebagai tokoh utama.

Walau diposisikan sebagai tokoh yang bertentangan atau berlawanan dengan antagonis; perannya harus masuk akal. Kebanyakan, antagonis dan protagonis itu memiliki tujuan yang sama, akan tetapi memiliki perbedaan pemahaman, pandangan, dan hal semacamnya dalam urusan menuju tujuan tersebut.

3. Confidant / Side-kick

Confidant atau Sidekick merupakan peran tokoh yang bersahabat atau menjadi partner bagi protagonis. Berdasarkan maknanya dalam bahasa Inggris, Confidant memiliki makna sebagai orang kepercayaan atau teman kepercayaan.

Dalam novel, peran tokoh Confidant memiliki andil penting karena protagonis biasanya lebih banyak menuangkan isi hatinya ke tokoh yang berperan sebagai Confidant.

Contoh peran tokoh Confidant yang mudah dikenali ialah sosok Rubius Hagrid dalam serial Harry Potter. Rubius Hagrid di dalam cerita Harry Potter telah memberikan banyak bantuan ke Protagonis.

Contoh Peran Tokoh Dalam Novel

Sedangkan Sidekick memiliki definisi sebagai sahabat dekat, teman dekat, rekan, sekutu atau bisa juga diartikan sebagai partner-nya protagonis.

Peran Sidekick lebih sering disematkan kepada seorang tokoh yang menjadi pendamping pemeran utama. Contoh peran tokoh Sidekick yang mudah dikenali adalah kedua tokoh sahabat Harry Potter, yaitu Ron Weasley dan Hermione Granger.

4. Love Interest:

Love Interest merupakan peran tokoh yang menjadi bunga cinta atau yang memikat hati protagonis. Peran Love Interest bisa saja menjadi sosok katalisator atau penyebab terjadinya perubahan dalam jiwa dan raga si protagonis.

Tokoh ini bisa mendukung atau melawan protagonis tergantung komitmen protagonis dalam mencapai tujuannya. Dalam beberapa cerita, sosok Love Interest ini dapat menjadi motivasi, dorongan ataupun alasan tindakan dan reaksinya di dalam cerita.

Contoh peran tokoh Love Interest dalam novel yang mudah dikenali ialah sosok Ginny Weasley.

Dalam contoh lain, Love Interest bisa dikembangkan menjadi sub-plot khusus jika cerita yang kamu tulis bukan cerita ber-genre romance, tapi kamu dituntut harus menghidangkan elemen romantis di dalam cerita.

5. Mentor

Mentor merupakan sosok tokoh yang berperan di dalam novel sebagai guru, pembimbing, pelindung, pengajar dan orang yang memberikan edukasi kepada protagonis.

Peran Mentor sangat berpengaruh di dalam novel, karena hadirnya dapat memberikan pemahaman dan pengajaran ke tokoh utama sehingga dia bisa mengambil keputusan dan menjadi lebih berkembang seiring dengan alur.

Contoh peran Mentor yang mudah dikenali ialah sosok Minerva McGonagall yang menjadi guru dan penanggung jawab asrama Gryffindor 

6. Deuteragonis

Deuteragonis bisa dikatakan sebagai tokoh yang netral, atau bisa juga disebut sebagai tokoh utama sekunder yang perannya sangat berpengaruh pada alur cerita.

Deuteragonis bisa saja menjadi sosok tokoh yang membantu perjalanan tokoh utama atau bisa saja menjadi penghambat dan penghalang tokoh utama.

Dalam Novel, Deuteragonis memiliki cerita dan tujuannya sendiri yang mana cerita dan tujuan itu memiliki pengaruh dalam novel.

Contoh peran Deuteragonis yang sangat dikagumi dan epik ialah sosok Severus Snape yang ternyata memiliki alasan, latar belakang dan tujuannya sendiri di dalam cerita Harry Potter.

Penggemar Potter pasti merasakan plot twist saat mengetahui alasan dari setiap tindakan dan perjalanan Snape di sepanjang cerita.

Ragam Peran Tokoh dalam Novel

7. Tritagonis

Tritagonis merupakan sosok ketiga yang menjadi penengah. Perannya di dalam cerita kerap menjadi sosok yang karenanya lah peran protagonis dan antagonis itu ada di alur cerita.

Tritagonis digambarkan menjadi sosok penengah yang tidak dapat menghadapi antagonis karena suatu alasan dan terpaksa menjadi sosok mentor untuk protagonis.

… dan bisa jadi, karena dialah, seorang protagonis ditunjuk dan dikembangkan untuk dapat menghadapi antagonis. 

Contoh peran Tritagonis yang mudah dipahami ialah sosok Profesor Albus Dumbledore dalam cerita Harry Potter. 

Albus Dumbledore merupakan tokoh yang membuat antagonis hadir di dalam cerita. Jika kamu penikmat Harry Potter, tentu kamu tahu bahwa Voldemort hadir karena Dumbledore.

8. Kontagonis

Tidak terlalu familiar, peran kontagonis merupakan tokoh pendukung yang berpihak pada protagonis, tapi karakter-nya bersebrangan dengan karakteristik protagonis dan rekan-rekannya.

Kontagonis biasanya hanya muncul di pertengahan cerita saja sebagai pelengkap, agar cerita lebih berkembang.

Kadang-kadang, kontagonis sudah hadir di awal cerita tetapi tidak terlalu sering mendapatkan sorotan karena penggambarannya yang kurang banyak.

Dalam cerita Harry Potter, murid-murid dari Asrama Ravenclaw atau Slytherin yang digambarkan memiliki karakter berseberangan dengan Asrama Gryffindor, merupakan peran kontagonis di dalam serial Harry Potter.

Mereka layak dikategorikan sebagai tokoh kontagonis bagi mereka yang tidak bersebrangan ke pihak Voldemort.

9. Tersier: (Reason & Emotion)

Tersier merupakan tokoh yang dimunculkan ke dalam cerita sebagai peran yang membuat cerita menjadi lebih menarik, berwarna, dan beraneka ragam. 

Ada dua tipe tokoh Tersier yang sering dimunculkan ke dalam cerita agar cerita menjadi lebih unik.

Pertama, Reason yang menjadi tokoh pendukung. Hadirnya peran reason akan menjadi warna baru bagi alur cerita yang telah berlangsung. Sosok Reason sering digambarkan sebagai tokoh yang memiliki karakter tenang dan selalu berpikiran logis sesuai pandangannya serta memiliki dunianya sendiri.

Karenanya, tokoh Reason menjadi peran yang sangat membantu protagonis dalam menyelesaikan masalah atau konflik yang sedang dihadapi.

Contoh peran Reason di dalam cerita ialah Luna Lovegood yang hadirnya memberikan warna tersendiri untuk nuansa Harry Potter.

Tokoh Tersier kedua ialah Emotion yang berlawanan dengan penggambaran Reason. Sosok Emotion juga memberikan warna emosi baru untuk kepetingan cerita. Sayangnya, meskipun menjadi sosok pendukung, peran emotion ini kerap menjadi pemicu timbulnya masalah baru.

Contoh peran Emotion yang hadirnya memberikan emosi tersendiri kepada pembaca ialah para anggota Order Phoenix

Order Phoenix di dalam serial novel Harry Potter memiliki dunianya sendiri, dan kerap kali, anggota Order Phoenix menghantarkan protagonis ke masalah baru.

10. Foil dan Skeptic

Tidak hanya protagonis saja yang memiliki pendukung, antagonis juga memiliki pendukung. Peran pendukung untuk antagonis dibagi menjadi dua, yaitu: Foil dan Skeptic.

Peran Foil sebagai tokoh yang membantu antagonis dalam menyelesaikan masalah, mewujudkan keinginan atau memenangkan konflik di dalam cerita. Biasanya, peran Foil memiliki ambisi yang sama dengan antagonis, atau menganggap antagonis memiliki peran penting di dalam kehidupannya.

Contoh peran Foil yang bisa dipahami ialah sosok Keluarga Malfoy dalam serial Harry Potter.

Pendukung antagonis kedua ialah Skeptic yang biasa dikenal sebagai tokoh yang memusuhi tokoh-tokoh yang berseberangan dengan antagonis di dalam cerita. Sederhananya, tokoh Skeptic ini merupakan tokoh yang mendukung ambisi antagonis dalam cerita.

Skeptic menjadi tokoh pendukung yang tidak terlalu sering muncul di dalam cerita. Meski hanya jadi tokoh pendukung, tokoh skeptic biasanya menjadi pelengkap munculnya konflik.

Skeptic juga bisa berperan menghidupkan alur agar jalan cerita tidak terkesan datar dan monoton.

Contoh peran Skeptic yang mendukung Antagonis ialah Bellatrix Lestrange.

Ragam Peran Tokoh dalam Novel

11. Figuran

Peran Figuran sengaja dihadirkan ke dalam alur cerita sebagai tokoh pelengkap yang memberikan hiburan ke pembaca agar pembaca tidak terbebani dengan alur cerita yang berliku-liku.

Peran ini tidak selalu muncul dan tidak memiliki dampak apapun kepada tokoh utama. Walau demikian, peran figuran biasanya menjadi pemanis dan membuat jalan cerita lebih menarik.

Figuran kerap kali digambarkan sebagai sosok yang bersifat unik sehingga memberikan warna dalam jalannya cerita yang tidak berpengaruh apapun.

Meskipun tidak berpengaruh, tingkahnya yang  unik dan berciri-khas ini harus membuat alur cerita tetap seimbang sehingga tidak membingungkan pembaca.

Penutup: 

Tokoh dan Penokohan yang merupakan bagian dari Unsur Intrinsik Novel ternyata memiliki ragam peran tokoh. 

Ragam Peran Tokoh yang kamu sajikan ke dalam cerita harus mampu memberikan warna, emosi, dan tentu saja mampu menggerakkan alur cerita. Setiap tokoh yang hadir harus memiliki perannya masing-masing seperti yang telah dijelaskan.

Contoh peran tokoh novel yang digunakan dalam serial Harry Potter berdasarkan pandangan pribadi dalam menilai setiap contoh yang disebutkan. 

Kamu mungkin tidak sependapat, tapi jika kamu memiliki contoh lain, silakan tulis di kolom komentar, ya.

Posting Komentar

© Kepenulisan.com. Hak cipta. Developed by Jago Desain