Memahami Makna Tokoh dan Karakter Dalam Novel.

Memahami Makna Tokoh dan Karakter dalam Novel

Tokoh dan karakter yang berperan dalam novel merupakan pusat dari sebuah novel. Hal ini, sesuai dengan makna novel berdasarkan pemahaman dari KBBI.

Di dalam KBBI, dijelaskan bahwa novel adalah “rangkaian cerita dengan interaksi orang di sekelilingnya yang menonjolkan watak dan sifat” masing-masing tokoh yang berperan.

Dengan begitu, novel akan dinilai bagus jika mampu menampilkan interaksi antar tokoh dalam cerita yang membuatnya memiliki peran dan memiliki watak, juga sifat.

Mari memahami makna tokoh dan karakter terlebih dulu agar dapat memudahkan pembahasan. Sebab, ada beberapa orang yang menganggap tokoh dan karakter itu sama.

Apa itu Tokoh dan Penokohan dalam Novel

Tokoh adalah salah satu unsur intrinsik novel. Pemahaman tokoh di dalam novel merupakan orang atau individu yang memiliki peran dalam menghadapi peristiwa yang terjadi, sehingga dapat menghubungkan sebuah cerita.

Sedangkan, cara menampilkan tokoh, yang meliputi tindakan dan aktivitasnya di dalam cerita novel fiksi disebut sebagai penokohan.

Penokohan dalam Novel 

Ada dua macam Penokohan dalam Novel, yakni; ditampilkan secara langsung dengan deskripsi, juga dengan teknik dramatik yang ditampilkan dari analisis tokoh lain yang berperan dalam cerita.

Penokohan dalam novel bisa dilakukan dengan: 

  • Dialog antar tokoh, yang menampilkan respon atau tanggapan sehingga pembaca dapat menilai dan memahami sifat tokoh ketika berbicara (adab).

  • Penjelasan tokoh dari nilai fisiologis, psikologis, dan sosiologis.

  • Penggambaran fisik yang dilukiskan penulis.


Contoh Tokoh dalam Novel “The Hunger Games”

Contoh Tokoh dalam Novel yang akan saya gunakan di sini adalah sosok Katniss Everdeen dalam film adaptasi novel The Hunger Games karya Suzanne Collins:

Tokoh dalam Novel

Sosok Katniss Everdeen merupakan Tokoh Utama atau Protagonis yang berperan dalam cerita Hunger Games.

Contoh Penokohan dalam Novel “The Hunger Games”

Dalam cerita Hunger Games, Katniss mendapatkan penokohan dengan menggambarkan dirinya yang begitu sayang dengan Adiknya, Primrose Everdeen dan sangat mengkhawatirkan Ibunya.

Hal itu lah yang menjadi dasar tindakan Katniss yang selalu memikirkan adik dan ibunya sebelum melakukan tindakan.

Dalam novel Hunger Games, cerita ini mengisahkan perjalanan seorang Katniss menghadapi permainan tahunan yang diselenggarakan negara Panem di ibukota Capitol.

Saat berdialog, Katniss lebih senang berbicara dengan kalimat yang lugas dan tegas, bahkan dia kerap mendapatkan teguran dari Effie Trinket yang menjadi wali Distrik 12 tempat tinggal Katniss karena tindakan dan ucapannya.

Selain itu, Katniss mendapatkan penokohan dari penampilan serta hubungan sosialnya dengan tokoh-tokoh lain yang berinteraksi dengannya di sepanjang cerita.

Secara psikologis, Katniss tidak digambarkan membenci siapapun. Namun, perlahan-lahan dalam perjalanannya, Katniss mulai membenci sosok Presiden Snow yang menantangnya.

Apa itu Karakter dan Karakteristik dalam Novel?

Berdasarkan penjelasan dalam KBBI, karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan tokoh yang berperan dalam sebuah novel.

Sedangkan karakteristik merupakan perwujudan dari karakter, akhlak, kepribadian, perangai, perilaku, personalitas, watak, sifat, dan tabiat.

Menurut Pustaka Digital Indonesia, ada 70 kata yang maknanya sama dengan karakteristik. Di antaranya adalah Individualitas dan Idionsikrasi.

Tokoh dalam Novel Harus Memiliki Karakter

Tokoh di dalam novel harus memiliki karakter karena sebagai nilai yang diperolehnya dari pengalaman, pendidikan, pengorbanan, percobaan, serta pengaruh lingkungan. 

Sehingga, dapat menjadi nilai intrinsik yang terwujud dan menandai sikap, perilaku, dan pemikiran si tokoh.

Karakter si tokoh ini terbentuk karena beberapa faktor yang diantaranya ada keturunan, perasaan, kegiatan sehari-hari, hingga lingkungan. 

Faktor inilah yang mempengaruhi nilai fisiologis, psikologis, dan sosiologis.

Karakteristik Tokoh dalam Novel.

Perwujudan karakter Tokoh atau Karakteristik dapat dibentuk dari dari nilai fisiologis, psikologis, dan sosiologis.

Nilai fisiologis, psikologis, dan sosiologis ini datang dari perspektif dan persepsi si tokoh pada penampilan, perasaan, kegiatan, lingkungan dan hubungan dengan sosial.

Karakteristik inilah yang nantinya akan menjadi identitas dari masing-masing peran yang diberikan pada si tokoh di dalam novel.

Contoh Karakter dan Karakteristik dalam Novel “The Hunger Games”

Masih melanjutkan Hunger Games yang menjadi novel dan film favorit saya. Sosok Katniss mendapatkan karakter yang mengalami pengembangan jati diri.

Katniss digambarkan memiliki karakter yang acuh dengan tokoh lain. Dalam cerita Hunger Games, Katniss mendapatkan atensi masyarakat Panem di seluruh Distrik karena kepeduliannya terhadap Rue dia pandang seperti adiknya, Prim.

Kedekatan Katniss dengan Rue akhirnya memercikkan api pemberontakan di Distrik 11 tempat tinggal Rue. Selain itu, atas kepedulian dan kesetiaannya, membuat Katniss menjadi sosok Mockingjay karena dinilai menantang regulasi permainan Hunger Games.

Katniss dalam novel Hunger Games memiliki karakteristik yang tidak memperdulikan diri sendiri, hampir semua kebaikan tokoh lain yang hadir di dalam ceritanya akan selalu diingat Katniss.

Misalnya saja sosok Cinna sang perancang busana yang membuat penampilan Katniss lebih menawan sehingga mendapatkan atensi masyarakat Panem, hal itu selalu diingatnya bahkan berdampak ke teman-teman Cinna.

Silakan baca Trilogi Hunger Games karena novel ini sangat seru untuk dinikmati. Kamu bisa mendapatkannya melalui tautan berikut:

SHOPEE : Hunger Games dan TOKOPEDIA : Hunger Games

Trilogi Hunger Games


Hend Jobers

Halo Tangan Pekerja! Aku Hand Jobers. Selamat bekerja dan terus berkarya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama