Mengatasi Malas Menulis dengan Metode Disiplin Orang Jepang: Kaizen.

Apakah kamu sering mengalami sesuatu yang berat untuk hal-hal yang hendak kamu mulai? Seperti ingin menulis, tapi kamu malah menundanya hingga akhirnya tidak pernah melakukan hal itu  sama sekali.

Bagi beberapa penulis, perasaan remeh dan mengingikan hal yang instan acap kali membuat penulis gagal menulis karya yang telah direncanakannya. Belum memulai, tapi sudah gagal duluan. 

Apalagi ketika melihat hasil dari perjuangan orang lain, langsung merasa tidak memiliki bakat atau tidak memiliki privillage seperti orang lain. Sering kali, karena terlalu fokus pada hasil, penulis gagal berkomitmen untuk mulai melakukan aksi dengan menulis dan akhirnya malah meredupkan keinginannya itu dengan beraneka ragam alasan.

Jika kamu mengalami hal tersebut, kamu perlu berkenalan dengan salah satu Metode Disiplin Orang Jepang, yakni Kaizen.

Mengatasi Malas Menulis dengan Metode Disiplin Orang Jepang: Kaizen.

Apa itu Kaizen?

Kaizen merupakan istilah yang berasal dari Jepang, yang memiliki makna sebagai perbaikan, perubahan menjadi lebih baik, atau perbaikan berkelanjutan. 

Kaizen terdiri dari dua huruf kanji, yaitu Kai dan ZenKai bermakna perubahan, sedangkan Zen memiliki arti kebaikan. 

Kaizen adalah sebuah praktik memperbaiki diri dengan tindakan kecil secara bertahap dan berulang-ulang, yang kemudian akan menjadi sebuah kebiasaan sehingga dapat mengarah pada proses mencapai sesuatu yang direncanakan.

Prinsip Kaizen di Dunia Kepenulisan

Prinsip Kaizen di Dunia Kepenulisan membuat kamu bertindak melakukan sesuatu yang kecil, tapi efektif setiap hari. Daripada menulis sebanyak mungkin, tapi kamu malah kelelahan sehingga kamu hanya menulis ketika sedang dalam keadaan baik-baik saja.

Penerapan prinsip Kaizen di dunia kepenulisan dapat mengatasi kamu berlindung di balik alasan-alasan seperti buntu atau writer's block, tidak memiliki ide, atau bahkan tidak memiliki mood menulis yang baik sehingga kamu malah sibuk mencari mood yang ujung-ujungnya malah membuatmu tidak menulis sama sekali.

Bagaimana Menerapkan Prinsip Kaizen di Dunia Kepenulisan?

Dasar dari prinsip Kaizen adalah menetapkan tujuan kecil yang akan membawa ke perubahan yang diinginkan dan mengembangkannya setiap hari dengan melakukannya berulang-ulang walau sebentar. 

Dengan kata lain, prinsip Kaizen mengajarkan kita untuk mendisplikan diri. Karena lebih baik melakukannya sebentar daripada tidak sama sekali. 

Berikut ini, penerapan yang biasanya saya lakukan dengan prinsip Kaizen ketika menulis:

Tetapkan Tujuan Sebelum Mulai Menulis. 

Tulislah beberapa paragraf yang menjadi topik atau dasar cerita yang telah terbentuk dalam pikiran sebelumnya. Dasar cerita ini nantinya akan dikembangkan lagi menjadi kerangka cerita, dan akan dikembangkan perlahan-lahan.

Tidak apa-apa jika kamu hanya menulis dasar cerita, yang penting kamu sudah menulis sesuatu yang telah kamu pikirkan, dan akan menjadi rencana menulis untuk kedepannya.

Intinya, mulailah menetapkan sesuatu yang  menjadi tujuan kamu. Karena tersesat pada sesuatu yang tidak memiliki arah itu merupakan sesuatu yang sulit dijelaskan. Sudahlah belum pernah menulis, tak tahu pula mau menulis apa. Menyedihkan.

Menulis Beberapa Menit, Daripada Beberapa Kata.

Jujurlah pada diri sendiri ketika sedang menulis. Ketika sudah memutuskan untuk menulis 20.000 kata, misalnya. Kamu harus memiliki tujuan dan target yang harus dicapai. 

Kamu juga harus sadar bahwa kamu belum pernah menulis novel atau menulis sebuah kalimat dengan panjang 3.000 kata sehari, sebelumnya. 

Jadi, jangan paksakan diri dengan harus menulis sebanyak mungkin. Namun, tulislah sebarapa banyak kata yang bisa kamu capai dalam beberapa menit yang terus menerus dilakukan setiap hari.

Lebih baik menulis selama beberapa menit sehari, ketimbang menulis seribu kata dalam satu hari. Itu melelahkan, dan membuatmu cepat jenuh.

Akhir Kata:

Penerapan Kaizen ini sama seperti teknik menulis pomodoro yang membuat kamu harus menulis selama beberapa menit walau hanya menghasilkan sedikit kata. Karena hal itu lebih baik daripada tidak menulis sama sekali. 

Dasar dari prinsip Kaizen di dalam dunia kepenulisan ini ialah melatih diri untuk disiplin dan terbiasa menulis dengan melakukan hal-hal yang kecil sebelum membentuk hal yang besar.

Mulailah menulis selama dua atau lima menit dalam sehari selama sepekan, lalu tingkatkan jumlah waktunya walau kamu tidak menghasilkan jumlah kata yang banyak.

Jika kamu mengalami Writer's Block atau merasa buntu karena tidak memiliki ide menulis, maka sebaiknya tulis saja tujuan menulis kamu terlebih dahulu, atau hal-hal yang membuatmu ingin menulis. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama