Ketentuan yang diterapkan di situs kepenulisan.com dalam tautan berikut: Ketentuan

Prototipe Wordcraft: AI Google yang Dapat Menulis Novel Fiksi bersama LaMDA.

Google memperkenalkan proyek Wordcraft Writers Workshop, sebuah kecerdasan buatan yang mampu menulis novel fiksi.

Google dalam acara lokakarya yang diadakan awal November 2022 lalu, memperkenalkan proyek Wordcraft Writers Workshop. Acara yang dikemas ke dalam tajuk Google Presents: AI@ ‘22 mengajak 13 penulis profesional berbahasa Inggris untuk menguji coba teknologi AI terbaru Google.

AI Google yang Dapat Menulis Novel Fiksi bersama LaMDA.

Google berambisi untuk dapat membuat AI yang mampu meningkatkan hubungan sosial, kesehatan, globalisasi, iklim, kreativitas, dan inklusivitas bahasa. Tim Riset Google kemudian mengembangkan sebuah AI yang dapat membantu proses menulis. AI itu lah yang akan disebut sebagai Wordcraft.

Baca Juga: Novel yang Ditulis oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) Berdasarkan Algoritma Machine Learning.

Apa itu Wordcraft?

Dalam situsnya, Google menjelaskan bahwa Wordcraft merupakan sebuah alat dengan kecerdasan buatan atau AI yang dikembangkan oleh salah satu tim riset google, yaitu Google People + AI Research (PAIR)

Tujuan diciptakannya Wordcraft dengan dukungan LaMDA adalah membantu penulis dengan bantuan editor teks bertenaga AI dalam proses penulisan cerita. Wordcraft dapat mengembangkan tulisan sesuai dengan input yang diberikan, melanjutkan, mengoreksi, menulis ulang, dan elaborasi bahasa.

Wordcraft Writers Workshop -

Wordcraft Writers Workshop merupakan acara yang diadakan oleh kolaborasi antara dua tim riset Google yang memiliki rekam jejak panjang. Google People + AI Research (PAIR) bersama Magenta mengundang 13 penulis berbahasa Inggris profesional untuk menguji Wordcraft selama 8 pekan.

Acara Lokakarya Penulis Wordcraft ini diselenggarakan oleh Andy Coenen dan Ann Yuan, insinyur riset dari tim Google People + AI Research (PAIR), Daphne Ippolito, seorang ilmuwan riset yang bekerja dengan Magenta, dan Sehmon Burnam, seorang manajer produk di Magenta.


Dalam waktu 8 pekan, penulis yang diundang dalam proyek Wordcraft Writers Workshop ini kemudian menghasilkan karya tulis dengan rancangan bebas bersama Wordcraft. Kamu bisa mengkases karya-karya mereka dari rancangan AI di sini.

LaMDA yang memiliki basis AI Percakapan untuk pengembangan dialog kemudian diakses dalam bentuk Chatbot, lalu dari hasil percakapan dengan LaMDA itu, penulis dapat melakukan pengembangan dan elaborasi teks:

Wordcraft Writers Workshop
Kredit: Google - dikonversikan ke dalam bentuk GIF dari Video.


Feedback Penulis yang ikut dalam Wordcraft Writers Workshop.

Para penulis yang ikut dalam Wordcraft Writers Workshop memberikan umpan balik sesuai tujuan terbentuknya acara lokakarya tersebut. Banyak di antara mereka berpendapat bahwa Chatbot LaMDA yang menjadi teknologi dalam AI Wordcraft memberikan mereka banyak inspirasi dan dapat dijadikan sebagai rekan brainstorming.

Dengan begitu, sepertinya pencapaian yang ingin dari dari Tim Riset Google sudah sesuai, bahwa Alat kreatif bertenaga AI tampaknya akan sangat cocok untuk memicu kreativitas dan mengatasi Writer's Block yang sering menghambat proses kreatif penulis ketika berkarya.

Salah seorang penulis juga memberikan pendapat bahwa AI Wordcraft yang tertanam dalam Chatbot LaMDA dapat dijadikan juga sebagai "mesin pencari" dan "asisten riset".

Chatbot LaMDA juga mampu menjelaskan informasi yang ingin diketahui penulis ketika hendak menuangkannya ke dalam tulisan. Hal ini tentu sangat berguna ketimbang menghasilkan kata-kata saja.

Wordcraft Belum Mampu Menggantikan Peran Penulis Seutuhnya.

Pada akhir periode pengujian, Google menyimpulkan dari pendapat para penulis yang ikut dalam proyek Wordcraft Writers Workshop, bahwa hampir dari mereka semua setuju kalau Wordcraft tidak akan menggantikan peran penulis dalam waktu dekat.

Dari hasil umpan balik yang telah dijelaskan, bahwa Wordcraft ini cenderung akan berguna untuk proses kreativitas penulis untuk menghasilkan karya tulis ketimbang mengelola kata.

Salah seorang penulis yang ikut berpartisipasi dalam Wordcraft Writers Workshop menjelaskan bahwa gaya bahasa yang dihasilkan dari elaborasi Wordcraft cenderung datar, sederhana, lugas dan monoton. Wordcraft dinilai belum mampu meniru gaya atau bentuk prosa seutuhnya.

Sumber: Wordcraft Writer's Workshop

Posting Komentar

© Kepenulisan.com. Hak cipta. Developed by Jago Desain