Ketentuan yang diterapkan di situs kepenulisan.com dalam tautan berikut: Ketentuan

20+ Julukan Pecinta Buku dan Istilah untuk Pembaca.

Seorang pembaca buku dan orang yang membaca novel memiliki banyak julukan dari kegemeran yang berbeda-beda.

Apa sebutan untuk pembaca buku? Seorang pembaca buku dan orang yang membaca novel memiliki banyak julukan dari kegemeran yang berbeda-beda. Jika seorang penulis buku disebut sebagai penulis atau author, maka ada banyak istilah dan julukan yang diberikan ke pembaca.

Ada istilah atau julukan yang sering banget diberikan oleh orang-orang ke seseorang yang gemar banget membaca buku. Nah, biasanya julukan 'si kutu buku' akan dijadikan sebagai julukan ke seseorang yang gemar membaca.

Penggunaan istilah 'bookworm' atau si kutu buku ini, kalau kata Majalah Bobo, merupakan sematan yang diambil dari serangga semacam kutu sebagai kiasan untuk seorang yang sangat suka dengan buku.

Julukan Pecinta Buku dan Istilah untuk Pembaca.

Apakah kutu buku itu ada? Dilansir dari laman Wikipedia, ternyata memang ada jenis serangga yang suka dengan kertas. Serangga-serangga itu merusak kertas sebagai bahan makanannya.

Selain kutu buku, tahukah kamu bahwa ada 20+ istilah dan julukan yang mengklasifikasi kegemaran seseorang terhadap buku dan membaca. Jika buku hanya menyukai lembaran buku, berikut ada istilah lain untuk orang-orang yang menyukai bagian-bagian dari buku.

Jadi, istilah dan julukan ini bukan cuma untuk orang-orang yang suka membaca saja, ada juga loh orang yang suka dengan buku tapi belum tentu suka membaca. Ada juga yang suka membaca, tapi belum tentu suka dengan buku.

Apa saja 20+ istilah dan julukan untuk seseorang yang mencintai buku dan membaca? Berikut pemaparannya.

Bibliofili - Pembaca yang Sangat Tertarik dengan Buku.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Bibliofili tergolong sebagai kelas kata nomina, dalam bidang psikologi yang bermakna sebagai orang yang sangat senang dengan buku.

Sebenarnya, Bibliofili dan bookworm atau kutu buku itu rada-rada mirip. Dua julukan ini memang disematkan kepada orang yang suka banget dengan buku.

Nah, yang membedakan dua julukan antara bookworm dan Bibliofili secara spesifik adalah rasa cinta yang lebih besar. Bibliofili memiliki ketertarikan yang lebih besar terhadap buku ketimbang bookworm.

Seorang Bibliofili bukan hanya suka membaca saja, ada ketertarikan yang lebih khusus terhadap buku-buku yang dibaca oleh Bibliofili. Seorang Bibliofili bahkan bisa menjadi seorang Bibliofilia.

Tidak seperti bookworm yang suka dengan buku karena gemar membaca, seorang Bibliofili suka dengan buku karena memiliki ketertarikan tersendiri.

Jika kutu buku suka membaca, seorang Bibliofili suka mengoleksi buku-buku dengan eksklusifitas, seperti buku cetakan perdana, ada tanda tangan penulisnya, atau buku yang diterbitkan khusus.

Bibliofilia

a. Bibliofilia - Ketertarikan yang Berlebihan terhadap Buku.

Kalau kata KBBI, Bibliofilia merupakan ketertarikan yang berlebihan dan kesenangan khusus pada buku. Seseorang yang memiliki tanda-tanda Bibliofili berkemungkinan besar akan menjadi Bibliofilia.

Melansir Wikipedia, Bibliofilia merupakan rasa kecintaan yang besar terhadap buku, yang bisa disebut sebagai Bibliofilisme. Sedangkan Bibliofili merupakan sebutan untuk orang yang mencintai buku.

Jika Bibliofilisme sangat tertarik dengan buku, ada pula orang-orang yang takut dengan buku. Mereka adalah Bibliofobia; merupakan orang yang sangat takut dengan buku.

b. Bibliofobia - Cemas yang Berlebihan terhadap Buku.

Bibliofobia merupakan suatu gangguan kecemasan yang dialami oleh seseorang ketika berhadapan dengan buku. Bibliofobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap suatu buku.

Penyebab seseorang mengidap Bibliofobia, kalau kata Klinik Clevand, biasanya disebabkan karena bawaan genetika, orang yang mengidap Disleksia dan ADHD, juga disebabkan oleh pengalaman traumatis yang terkait dengan buku.

Logofili - Pecinta Diksi dalam Buku

Logofili di dalam KBBI merupakan sebutan untuk orang yang sangat suka dengan kata atau permainan kata-kata. Logofili tergolong sebagai kelas kata nomina dalam bidang psikologi, sama seperti Bibliofili.

Berbeda dengan Bibliofili, seorang Logofili justru sangat suka dengan diksi dan kata-kata yang tertulis di dalam buku ketimbang bukunya itu sendiri.

Seorang Logofili akan mengutip kata-kata yang indah di dalam buku untuk ditulis ulang atau dibagikan ke teman-temannya. Seorang Logofili merupakan orang yang romantis dan puitis karena memiliki banyak diksi.

Sama halnya dengan Bibliofili, ada pula orang-orang yang takut dengan kata-kata. Orang yang takut dengan kata-kata disebut sebagai Logofobia.

a. Logofobia - Kecemasan Terhadap Kata-kata dalam Buku.

Logofobia bukanlah sebuah ketakutan terhadap suatu logo, melainkan; logofobia merupakan salah satu kecemasan terhadap suatu kata yang salah eja, salah penggunaan, dan salah pengucapan.

Saya sendiri, sebagai seorang penulis pernah mengalami logofobia ketika sedang stres berlebihan yang disebabkan oleh salah tangkap informasi yang disampaikan lewat pesan WhatsApp kantor tempat saya bekerja.

Di Grup Chat WhatsApp, ada banyak teks yang ditulis tidak sesuai ejaan, bahkan tidak menggunakan tanda baca. Hal itu membuat saya muak dan jengkel.

Epeolatry - Pembaca yang Kagum dengan Diksi.

Epeolatry

Epeolatry merupakan istilah yang digunakan untuk menjuluki seorang pembaca yang sangat kagum dengan kata-kata dalam suatu karya tulis.

Melansir informasi dari Gramedia, seorang Epeolatry dapat memahami penjabaran melalui kata-kata, sehingga seorang Epeolatry lebih tertarik dengan deskripsi yang tertulis ketimbang gambar ilustrasi. Kata-kata membuat seorang Epeolatry dapat berimajinasi secara bebas.

Berbeda dengan Logofili, seorang Epeolatry mengagumi kata-kata karena dapat membuat mereka berimajinasi. Sedangkan Logofili hanya menyukai keindahan kata-kata saja

Abibliofobia - Pembaca yang Takut Kehabisan Buku Bacaan.

Abibliofobia merupakan sebuah kecemasan yang dialami seseorang pembaca karena merasa takut kekurangan bahan bacaan. Perasaan cemas ini biasanya dialami oleh seseorang yang benar-benar gemar membaca.

Kalau kata Mizan Store, Abibliofobia ini membuat pengidapnya sengaja tidak segera menyelesaikan bacaan karena merasa takut tidak memiliki bacaan lagi. Sehingga, seorang yang mengidap Abibliofobia akan membeli banyak buku dan membacanya perlahan-lahan saja.

Seorang Abibliofobia akan merasakan panik yang luar biasa ketika dia merasa kehabisan bahan bacaan, hingga mengalami stress. 

Literarian -  Pembaca yang Seperti Perpustakaan Berjalan.

Literarian merupakan julukan untuk seseorang yang sangat suka dengan sastra. Literarian ini adalah bahasa Inggris-nya Sastrawan.

Seorang Literarian sangat suka membagikan karya-karya sastra yang ia baca ke orang lain. Literarian seperti seorang perpustakaan berjalan, dia punya banyak rekomendasi buku yang menakjubkan.

Jika kamu sangat suka dengan karya-karya sastra, meksipun belum mau menulis karya sastra; kamu bisa mendefinisikan diri kamu sebagai seorang Literarian alih-alih Sastrawan yang terkesan lebih profesional.

Bibliosmia - Pembaca yang Suka dengan Aroma Buku.

Bibliosmia merupakan aroma khas yang dikeluarkan dari buku lama dan baru, yang memang enak banget aromanya. Orang yang suka dengan aroma buku biasanya disebut sebagai 'book sniffer'.

Bau buku yang khas itu berasal dari tinta, lem perekat, dan senyawa kimia yang berinteraksi dengan proses reaksi kimia dan penuaan.

Bagi pembaca buku, aroma khas Bibliosmia ini lah yang memberikan kesan spesial ketimbang membaca buku digital di aplikasi membaca novel online. Banyak pembaca yang memilih tetap membaca buku untuk dapat tetap menikmati aroma Bibliosmia.

Bibliomania - Pembaca yang Mengkoleksi Buku.

Bibliomania

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Bibliomania merupakan julukan untuk seseorang yang mencintai buku dengan mengumpulkan buku-buku sebagai suatu benda yang mengandung nilai seni.

Sayangnya, beberapa ahli memberikan pendapat bahwa Bibliomania digolongkan sebagai gangguan obsesif kompulsif jika keinginan membeli dan mengumpulkan buku jauh lebih besar ketimbang keinginan memenuhi kebutuhan hidup pokok.

Bibliomania lebih sering membeli dan mengumpulkan buku yang serupa, dengan jumlah yang lebih banyak. Kebanyakan Bibliomania membaca buku-buku yang dikumpulkan.

Tsundoku - Pembaca yang Tidak Membaca Buku

Tsundoku merupakan istilah yang berasal dari bahasa Jepang. Tsundoku menggambarkan kondisi seseorang yang dengan sengaja membeli buku dan menumpuknya tanpa ada rasa ingin membacanya.

Melansir informasi dari Wikipedia, kata Tsundoku merupakan sebuah umpatan yang bermakna 'dibiarkan menumpuk untuk nanti, lalu pergi'.

Tsundoku dan Bibliomania itu sama saja, hanya saja: Bibliomania bisa mengumpulkan beberapa eksemplar sedangkan Tsundoku hanya satu eksemplar saja. Seorang Tsundoku ini berlawanan banget dengan Abibliofobia yang merasa cemas jika kehabisa bahan bacaan. 

Bibliotaph - Pembaca yang Menyembunyikan Buku.

Bibliotaph merujuk pada pembaca yang sengaja menyembunyikan buku yang dimiliki dari orang lain agar tidak dipinjam atau dicuri! Biliotaph biasa menyimpan koleksi buku kesukaannya di dalam tempat khusus yang terkunci.

Kebiasaan ini bermula dari rasa kagum yang bisa disebut sebagai bibliolatri dan membuat Bibliotaph ingin melindunginya dari seorang Biblioklept.

Seorang Bibliotaph sangat tidak suka jika buku yang disukainya dipinjam orang lain. Jika pun dia meminjamkannya, dia akan terus-menerus menagihnya; bahkan memberikan tempo waktu yang lebih mengerikan dari perpustakaan.

Bibliolatri - Pembaca yang Kagum dengan Buku.

Bibliolatri -

Bibliolatri merupakan istilah untuk kekaguman pembaca terhadap suatu buku, dalam arti lain yang lebih ekstrim; Bibliolatri bisa bermakna sebagai penyembahan terhadap buku.

Bibliolatri dapat muncul ketika pembaca menyukai isi tulisan di dalam sebuah buku, bentuk-bentuknya, hingga lekukan buku.

Biblioklept - Pembaca yang Sengaja Tidak Memulangkan Buku.

Biblioklept merupakan istilah yang diberikan ke pembaca yang lupa mengembalikan buku atau dengan sengaja mengambilnya karena tidak bisa memilikinya walau seorang Biblioklept sendiri belum tentu membaca buku yang tidak dikembalikannya itu.

Biblioklept sangat ditakuti oleh Bibliotaph karena mereka memiliki sikap yang buruk.

Bibliognost - Pembaca si Paling Tahu Buku yang Dibaca.

Bibliognost merupakan julukan untuk seseorang yang mengetahui seluk beluk buku hingga hal-hal kecil yang jarang diketahui pembaca lain, seperti daftar pustaka, tanggal penerbitan, dan hal-hal yang dilewatkan pembaca lain.

Bibliognost belum tentu seorang Bibliolatri, pembaca yang berjulukan Bibliognost biasanya karena mereka melahap seluruh isi buku seperti seorang Bibliophagist.

Bibliobibuli - Pembaca yang Memiliki Kecepatan Membaca di atas Rata-rata.

Pembaca yang dapat membaca buku lebih cepat dari waktu rata-rata pembaca pada umumnya disebut sebagai Bibliobibuli. Seorang Bibliobibuli dapat memahami buku yang dibaca lebih cepat dari pembaca pada umumnya.

Perlu latihan dan kebiasaan untuk dapat menjadi seorang Bibliobibuli, tapi beberapa orang di dunia memang memiliki bakat membaca lebih cepat dari manusia rata-rata.

Librocubicularist - Pembaca yang Suka Membaca Buku di atas Kasur.

Librocubicularist -

Istilah Librocubicularist diberikan untuk pembaca yang suka membaca buku di atas kasur atau tempat tidur. Istilah ini mulanya diberikan kepada pembaca buku saja, tapi saat ini, pembaca buku digital juga dapat dijuluki sebagai Librocubicularist.

Seorang Librocubicularist sangat merasa senang membaca di atas kasur menemani waktu menjelang tidur sepanjang malam. Meskipun menyenangkan, kamu harus tetap menjaga keseimbangan cahaya agar mata kamu tidak sakit.

Bibliopegy - Pembaca yang Suka Menyampuli Buku-bukunya.

Bibliopegy merupakan julukan yang diberikan ke pembaca yang suka memberikan sampul ke buku-buku yang dimilikinya. Semua buku yang dimiliki seorang Bibliopegy rata-rata akan diberikan sampul meskipun dia bukan seorang Bibliolatri.

Seorang Bibliopegy sangat menghargai buku dan tidak ingin buku-bukunya rusak karena sobekan, noda, dan percikan air; sehingga Bibliopegy akan menyampuli buku-bukunya dengan tujuan keamanan juga. 

Bibliophagist - Pembaca yang Melahap Isi Buku.

Seorang Pembaca yang menyelam ke dalam buku hingga tenggalam diberi julukan sebagai Bibliophagist.

Seorang Bibliophagist belum tentu seorang Bibliognost, karena Bibliophagist hanya menikmati isi buku hingga masuk ke dunia yang ada di dalam buku, dan seorang Bibliophagist tidak peduli dengan detail buku seperti seorang Bibliognost.

Omnilegent - Pembaca yang Tidak Peduli dengan Genre.

Ada pembaca yang tidak mementingkan genre buku, pembaca yang tidak peduli dengan genre ini disebut sebagai Omnilegent.

Seorang Omnilegent bisa membaca beraneka ragam buku walau genre-nya berbeda-beda. Tidak seperti pembaca pada umumnya yang lebih tertarik membaca buku fiksi saja atau buku non-fiksi saja.

Book-bosomed - Pembaca yang Selalu Membawa Buku.

Book-bosomed

Book Bosomed merupakan julukan yang diberikan kepada seorang pembaca yang selalu membawa buku di tangannya kemana pun dia pergi. Rasanya, jika tidak membawa buku, seperti ada yang kurang.

Seorang Book Bosomed biasanya memanfaatkan waktu luang ketika bepergian dengan membaca buku. Entah itu ketika berada di transportasi umum, saat menunggu seseorang, atau menjadi Bookarazzi dengan foto-foto buku aestetik ala-ala.

Bookarazzi- Pembaca yang Suka Mempublikasikan Bukunya ke Sosial Media.

Bookarazi merupakan istilah yang diberikan ke seorang pembaca yang suka memotret buku yang sedang dibaca, kemudian membagikannya ke media sosial mereka dengan tujuan tertentu.

Trend Bookarazzi di sosial media akhir-akhir ini sedang ramai karena ada challange dan tagar-tagar tertentu yang bermaksud mempublikasikan buku-buku yang tengah di baca ke sosial media.

Trend Bookarazzi membuat pengguna sosial media bisa saling bertukar bahan bacaan dan bertukar pikiran dengan interaksi dan reaksi dari buku-buku yang dibaca.

Book Hangover  - Pembaca yang Belum Berhasil Move-On.

Pembaca yang belum berhasil keluar dari dunia yang ada di dalam buku disebut sebagai Book Hangover.

Pembaca yang belum berhasil move-on ini biasanya mengaplikasikan hal-hal yang ada di dunia fiksi ke dunia nyata dalam kehidupannya. Seperti berangan-angan menggunakan sihir, memiliki kekuatan magis, dan hal-hal lain yang ada di dunia fiksi dalam buku yang telah selesai dibaca.

Cross Under 

Julukan untuk pembaca yang menyukai buku yang tidak diperuntukkan ke dirinya. Misalnya, pembaca dewasa yang menyukai buku-buku untuk anak kecil. Serta, pembaca remaja yang menyukai buku-buku yang dikhususkan untuk orang dewasa.

Penutup:

Ternyata, ada banyak banget istilah dan julukan yang diberikan ke pembaca. Seseorang bisa menyukai buku lebih dari pembaca pada umumnya, dan ada pula yang takut dengan buku.

Jadi, kamu ini pembaca yang memiliki julukan seperti apa?

Posting Komentar

© Kepenulisan.com. Hak cipta. Developed by Jago Desain