Ketentuan yang diterapkan di situs kepenulisan.com dalam tautan berikut: Ketentuan

Bagaimana Aplikasi Menulis Novel Mendapatkan Sumber Keuangan?

Aplikasi Menulis Novel memang menjadi pilihan tepat untuk author berkarya dan menghasilkan uang dari Internet. Namun, dari mana sumber keuangannya?

Aplikasi Menulis Novel

Aplikasi Menulis Novel menjadi pilihan bagi sebagian Penulis karena memungkinkan untuk dapat menghasilkan uang di internet hanya dengan menulis novel saja.

Beberapa aplikasi menulis novel di platform yang mampu membuat Author-nya menghasilkan uang, seperti; Dreame, NovelMe, KBM, Storial, Cabaca, GoodNovel dan Webnovel, dll.

Aplikasi menulis novel dapat uang yang pertama kali ada di Indonesia adalah Storial.co

Sedangkan, situs menulis cerita dibayar yang pertama kali ada di dunia adalah Mirror.xyz yang memberikan uang digital ke author.

Nah, pernakah kamu berpikir. Kira-kira...

Dari Mana Sumber Dana Aplikasi Menulis Novel yang Berani Membayar Author?

Berikut ini, beberapa sumber dana platform menulis novel online atau aplikasi web novel yang berani membayar kamu, menurut hasil pengamatan saya dan ini benar-benar opini saya pribadi selaku penulis artikel ini.

1. Iklan di Aplikasi dan Website-nya 

Iklan dari Aplikasi dihasilkan dari Google Admob yang menjadi sumber keuangan pertama bagi aplikasi menulis novel.

Tapi, hasil dari iklan yang ditayangkan di aplikasi nilainya tidak terlalu besar dan tidak dapat diandalkan jika tidak ada pengguna.

Diperkirakan, pengembang aplikasi hanya akan mendapatkan 70% hasil iklan yang ditayangkan, sedangkan 30%-nya akan masuk ke pemilik penyedia iklan.

Dana yang didapatkan dari iklan yang tayang di aplikasi sekiranya dapat mengatasi biaya pegembangan dan penanganan aplikasi.

Wattpad salah satunya, serta kebanyakan platform menulis novel gratis biasanya memanfaatkan iklan yang ditayangkan ke dalam aplikasi sebagai sumber keuangannya.

2. Biaya Freemium

Freemium terdengar seperti kata premium yang memiliki makna bermutu atau hadiah untuk pembeli dan pelanggan.

Di beberapa aplikasi menulis novel, pembaca ditawarkan biaya freemium untuk membatasi tayangan iklan atau bahkan memblokir iklannya agar tidak menganggu ketika sedang membaca novel.

Selain itu, freemium juga menawarkan pembelian mata uang digital yang dapat digunakan sebagai biaya membuka layanan khusus.

Seperti part cerita yang memang hanya bisa diakses dengan membukanya menggunakan coin atau mata uang di dalam aplikasi.

Tidak hanya itu, freemium juga memberikan keuntungan atau benefit bagi pembaca atau pengguna aplikasi membaca novel dengan tawaran berlangganan khusus.

Tentu, setiap platform memiliki benefit atau keuntungan berlangganan yang berbeda-beda.

3. Berlangganan

Salah satu contoh platform menulis yang harus mewajibkan pembacanya untuk berlangganan terlebih dahulu agar dapat mengakses karya tulis yang diterbitkan di media, misalnya Karyakarsa.

Pihak pengembang akan memberikan 90% pendapatan dari biaya berlangganan yang berhasil didapatkan author.

Akhir-akhir ini, sosial media juga ikut meramaikan model berlangganan. Misalnya Facebook dengan Facebook Buletin dan ada Revue milik Twitter. Tapi sayangnya, model berlangganan sosial media ini belum terlalu diminati.

4. Penggalangan Dana / Join Venture

Agak susah membicarakan penggalangan dana sebagai sumber keuangan bagi sebuah aplikasi menulis novel yang sengaja mengadakan sebuah event tertentu untuk mendukung suatu hal.

Tentu, penggalangan dana tidak benar-benar murni bertujuan secara sukarela. Ada hal-hal terkait yang sengaja dikaitkan agar dapat mencapai sesuatu yang diinginkan.

Well, kita tidak boleh berburuk sangka, tetapi sebuah event pastilah harus menguntungkan meskipun bunyinya berkedok penggalanan dana, kan?

Di mana ada event, tentunya di sana ada sponsor.

5. Sponsor

Tentu ada banyak event atau penyelengaraan acara khusus yang dipanitiakan platform yang sering diadakan sebagai bentuk acara tahunan, apresiasi atau memperingati sesuatu.

Ketika acara itu berlangsung, akan ada banyak sponsor yang sengaja digaet untuk ikut meramaikan acara tersebut, tentu saja pihak sponsor akan mendapatkan tujuan dan keuntungan tersendiri.

Misalnya Wattpad dengan sponsor Webtoon pada gelaran Wattys 2019 lalu, kemudian di Wattys 2020, sponsor mengambil alih keseluruhan acara dan bahkan membeli saham Wattpad.

Tentu saja, penggaetan sponsor melibatkan presentasi data, nah di sini nih, data kamu mulai menjadi aset atau komoditi sebenarnya. 

Mulai dari gender, usia, alamat, hobi, kebiasaan, dan data lainnya sengaja dipaparkan agar sponsor tertarik untuk ikut andil bersama dengan event yang diselenggarakan.

Saya pribadi tidak menuduh, tetapi kita sudah tidak asing lagi dengan kebocoran data yang akhir-akhir ini marak diperbincangkan.

Terlepas apa pun itu, platform adalah bisnis dan bisnis adalah bisnis.

Lalu, apa yang dibisniskan sebuah platform menulis?

Well, gembar-gembor tentang menyebarkan semangat membaca dan mengepakkan sayap penulis untuk dapat terbang menggapai keinginannya terdengar sangat ironi jika kamu memanfaatkan platform abal-abal yang berani memberikan bayaran ke kamu.

Platform menjual kamu. Ide dan Nama kamu menjadi dagangannya.

Tentu saja, ketika kamu menjadi author di sebuah platform. Kamu akan terus-terusan mempromosikan karya kamu yang dipublikasikan di platform pilihan kamu agar dibaca orang lain dengan harapan jika banyak pembaca, maka banyak cuan.

Contoh yang paling mudah ditemui adalah YouTube dan TikTok.

Yah, kamu benar-benar alat yang bagus!

Saya tidak mengatakan kalau platform menulis novel itu merugikan. Tidak! Tidak terdengar seperti itu. Author dan Creator itu sama saja, sama-sama berkarya agar mendatangkan banyak pengguna.

Hendy Jobers, seorang Pak RT di grup Facebook kepenulisan: "Ingin Menjadi Penulis. Namun, Enggan Menulis."

Posting Komentar

© Kepenulisan.com. Hak cipta. Developed by Jago Desain