Situs ini memiliki "Pengaturan" yang tertuang di tautan berikut: Ketentuan

Cara Menetapkan Target Menulis dan Mengatur Deadline

Menetapkan target menulis dan mengatur deadline saat proses menulis diyakini dapat meningkatkan produktivitas.

Sebuah target dan deadline diperlukan dalam proses menulis novel, karena proses menulis novel membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Proses menulis novel biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan, prosesnya pun bukan hanya sekadar "menulis" saja. Sehingga tak jarang akan ada banyak kendala baik dari batin dan duniawi.

Salah satu kendala yang paling sering dihadapi penulis, khususnya penulis pemula, adalah krisis mood penulisnya itu sendiri yang mudah berubah-ubah.

Setiap penulis tentu saja memiliki mood yang berbeda-beda, sehingga tanpa adanya target ketika menulis novel, maka tidak akan ada kepastian kapan sebuah naskah dapat diselesaikan.

Tanpa memiliki target yang jelas, mungkin kamu tidak akan pernah menghasilkan karya apapun. Hal ini telah dibuktikan oleh saya pribadi dan para Warga Grup Kepenulisan: Ingin Menjadi Penulis. Namun, Enggan Menulis.

Maka dari itu, penting bagi penulis untuk mau membuat deadline agar proses menulis memiliki target selesai. Dengan adanya deadline, berarti kamu memiliki kesungguhan, sebab "Man Jadda wa Jadda", siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkannya.

Apakah Penulis / Author Novel Harus Memiliki Deadline?

Tidak ada aturan pasti terkait keharusan seorang penulis novel harus memiliki deadline atau tidak. Banyak penulis lebih suka menulis dengan memiliki deadline agar bisa menjaga fokus dan bisa menyelesaikan tulisannya tepat waktu.

Sementara itu, penulis lain lebih suka menulis tanpa deadline karena merasa lebih bebas mengeksplorasi ide tanpa beban dan tekanan.

Deadline dapat bermanfaat jika kamu merupakan penulis yang bekerja dengan editor atau penerbit yang memiliki tenggat tanggal. Biasanya, penulis platform yang mulai menandatangani kontrak juga perlu deadline agar bisa tetap produktif.

Jika kamu menulis sebagai penulis independen atau tidak terikat dengan tanggal rilis tertentu atau penulis yang hanya menulis untuk mengisi waktu luang saja, maka kamu mungkin akan lebih suka bekerja tanpa deadline.

Pada akhirnya, kamu sendirilah sebagai penulis yang memutuskan: apakah mau menyelesaikan tulisan dengan deadline atau tanpa deadline, tergantung preferensi pribadi kamu.

Jika kamu merasa lebih fokus dan produktif dengan deadline, maka kamu mungkin perlu mempertimbangkan untuk menetapkan deadline kepada diri sendiri. Namun, jika kamu merasa lebih bebas dan kreatif tanpa deadline, maka tidak ada salahnya jika menulis tanpa deadline.

Hanya saja, penulis yang tidak memiliki deadline biasanya lebih suka menunda-nunda dengan ragam alasan tak berlandas. Ujungnya, wacana menulisnya pun mengering, ide di benak pun membusuk.

Mengapa Penulis Harus Memiliki Deadline?

Bagi penulis, deadline bisa berguna agar dapat membantu meningkatkan produktivitas dan mengurangi stres.

Deadline bisa membantu penulis mencapai tujuan yang telah ditargetkan dan berkemungkinan untuk menghindari "buang-buang waktu" dan menunda-nunda saat proses menulis.

Ada beberapa alasan mengapa penulis harus memiliki deadline:

1. Mendorong Produktivitas Menulis: 

Deadline bisa membantu penulis untuk fokus pada rencana menulis yang harus diselesaikan dan mengurangi waktu yang terbuang dengan melakukan hal-hal yang tak diperlukan saat proses menulis.

Deadline membuat proses menulis kamu menjadi lebih teratur, apalagi jika memiliki Outline; kamu jadi tahu kapan harus meriset, mengembangkan plot poin yang telah ditentukan, dan menulis struktur novel yang telah disesuaikan.

2. Menjaga Agar Rencana Tulisan Tetap Berjalan Lancar: 

Deadline membuat penulis lebih disiplin karena sudah tahu dengan rencana menulisnya, selain itu. Sehingga kamu sebagai penulis tidak terlalu lama menulis serta membantumu mencegah mengulur-ulur waktu sehingga mempengaruhi kualitas tulisan.

3. Menghindari Stres dan Writer Block ketika Menulis 

Deadline menyadarkan kamu untuk harus menyelesaikan sesuatu sesuai dengan waktu yang ditentukan agar bisa membantu mengurangi stres. Deadline juga bisa membantumu merasa lebih terorganisir dan bisa mengelola waktu dengan lebih efektif.

Perasaan lebih terorganisir itu dapat dirasakan karena kamu telah memahami ritme proses menulis dan rencana menulis, seperti dua poin di atas.

4. Membantu Menjaga Fokus saat Menulis: 

Memiliki deadline bisa membantumu untuk tetap terus fokus pada proyek yang sedang dikerjakan, sehingga kamu tidak mudah terdistraksi oleh hal-hal yang tidak diperlukan saat proses menulis.

Dengan adanya deadline, kamu jadi lebih menghargai waktu saat proses menulisnya. Tetaplah disiplin dan jangan menunda-nunda.

5. Bertanggung Jawab: 

Terakhir, sebagai kesimpulan dari seluruh poin yang telah dijabarkan. Memiliki Deadline dapat membuatmu melatih diri untuk bertanggungjawab terhadap hal-hal yang menjadi komitmen diri sendiri.

Kamu bisa melatih kedisiplinan diri, komitmen, konsisten, rencana menulis, dan ritme proses menulis.

Jadi, memiliki deadline bisa membantu kamu sebagai penulis untuk lebih produktif, mengurangi stres, dan menyelesaikan proyek tepat waktu secara terorganisir, serta bertanggungjawab terhadap diri sendiri.

Apa Tujuan Menulis Kamu?

Jika berbicara tentang deadline, tentu kamu perlu tujuan menulis yang jelas. Agar tidak ada perang batin di antara kamu. Ada banyak tujuan yang dapat memotivasi seseorang agar mau menulis novel, di antaranya:

  1. Menyalurkan Imajinasi: Menulis novel merupakan cara yang efektif untuk menyalurkan imajinasi. Novelis dapat menciptakan dunia yang tidak ada di dunia nyata dan mengisahkan kisah sesuai dengan keinginannya.
  2. Mengungkapkan Pikiran dan Perasaan: Menulis novel juga dapat menjadi cara untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan yang terperinci. Melalui tokoh dan plot yang diciptakan, novelis dapat mengekspresikan pendapat dan pandangannya tentang berbagai masalah.
  3. Berbagi Cerita: Novelis juga dapat berbagi cerita yang diciptakan dengan pembaca. Melalui novel, Author dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca.
  4. Menjadi Terkenal: Bagi sebagian novelis, tujuan utamanya adalah menjadi terkenal dan dikenal oleh banyak orang melalui karya-karya yang diciptakan.
  5. Menghasilkan Uang: Novelis juga dapat menghasilkan uang dari karya-karya ditulis, baik melalui penjualan buku atau royalti yang didapat dari penerbitan ulang karya, penghasilan dari platform, serta perlombaan yang diikutsertakan.
  6. Sebagai Hobi: Ada juga novelis yang menulis hanya sebagai hobi saja, tanpa tujuan menjadi terkenal atau menghasilkan uang. Author yang sekadar hobi hanya menulis untuk mengisi waktu luang saja.

Bagaimana Cara Menetapkan Deadline saat Menulis?

Cara menetapkan deadline menulis yang realistis perlu menentukan tujuan menulis terlebih dulu dan berapa banyak waktu yang dimiliki untuk bisa menyelesaikannya.

Setiap penulis memiliki aktivitas dan kesibukannya masing-masing. Jangan lagi menulis di waktu luang, sekarang mulailah atur jadwal meluangkan waktu untuk menulis.

Berikut ada beberapa langkah menetapkan deadline menulis, yang bisa kamu ikuti:T

1. Tentukan Tujuan Menulis: 

Apakah kamu menulis sebuah naskah karya fiksi, tugas, atau perlombaan? Mengetahui tujuan menulis akan membantu kamu menentukan berapa banyak waktu yang kamu butuhkan untuk dapat menyelesaikan tulisan kamu.

2. Tentukan Berapa Banyak Waktu yang bisa kamu Luangkan Setiap Hari. 

Berapa banyak waktu yang kamu miliki setiap hari untuk menulis di tengah aktivitas? Pastikan untuk memperhitungkan waktu yang kamu butuhkan tanpa harus mengganggu kegiatan lain.

3. Tentukan Target Kata yang ingin Ditulis: 

Berapa panjang tulisan yang ingin kamu buat? Apakah kamu menulis sebuah naskah 300 halaman atau sebuah novel 50.000 kata? Ketahuilah berapa banyak kata dan halaman yang ingin kamu tulis, karena akan membantu kamu menentukan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.

4. Tentukan Tenggat Waktu yang Realistis.

Setelah mengetahui tujuan menulis, berapa banyak waktu yang kamu miliki, dan berapa banyak yang ingin kamu tulis, selanjutnya kamu dapat menentukan tenggat waktu yang realistis. 

Misalnya, jika kamu ingin menyelesaikan naskah 10 ribu kata dalam satu minggu dan kamu hanya memiliki waktu menulis sebanyak 2 jam setiap hari, di 2 jam itu kamu bisa menghasilkan 1.000 kata, maka kamu dapat menetapkan tenggat waktu selama 5 hari.

5. Buat Jadwal Menulis: 

Setelah kamu menentukan tenggat waktu, selanjutnya buat jadwal menulis yang teratur. Tentukan kapan dan di mana kamu akan menulis. Pastikan untuk memasukkan waktu istirahat dan waktu untuk kegiatan lain juga agar tidak cepat bosan.

Tetap terorganisir: Jaga agar tetap terorganisir dengan mencatat progres menulismu setiap hari.

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Menulis Novel?

Tidak ada jawaban yang pasti mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menulis novel.

Banyak faktor yang mempengaruhi berapa lama seseorang membutuhkan waktu untuk menulis sebuah novel, seperti panjang novel yang ingin ditulis, kemampuan menulis seseorang, dan juga faktor-faktor lain seperti kegiatan lain yang harus dilakukan selama proses penulisan.

Beberapa orang mungkin bisa menulis sebuah novel dalam waktu yang singkat, misalnya dalam beberapa bulan saja, sementara yang lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama, bahkan bertahun-tahun.

Dalam setiap kasus, penting untuk memahami bahwa proses penulisan sebuah novel memerlukan waktu dan kesabaran.

Jika kamu ingin menulis novel, penting untuk mempersiapkan diri dengan baik dan membuat rencana yang sesuai dengan kemampuan dan waktu yang kamu miliki.

Selalu ingat bahwa proses penulisan adalah sesuatu yang menantang, tetapi juga menyenangkan, jadi jangan takut untuk mencoba dan terus berusaha.

Serta, ingat baik-baik kata-kata mutiara populer yang pernah diucapkan guru saya: "Siapa yang tahu jauhnya perjalanan, hendaklah dia bersiap-siap", yang maknanya adalah kita harus menyiapkan diri dengan perbekalan dan perlengkapan.

Posting Komentar

© Kepenulisan.com. Hak cipta. Developed by Jago Desain